Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Dara sama sekali tidak bisa diam, ia terlihat begitu resah dengan sikap duduk yang sama sekali tidak bisa diam membuat Tasya yang menemaninya tak kuat menahan rasa kesal. “Diamlah, duduk yang benar kamu seperti ulat bulu!!” tegur Tasya. “Bagaimana aku bisa tenang? Aku tengah memikirkan apa yang akan aku katakan saat bertemu mama Hein? Bertanya apa kabar? Sudah jelas-jelas ia sakit masa iya aku bertanya tentang kabarnya? Bertanya pada Hein apa yang terjadi? Jelas dia sudah memutuskanku tandanya ia sudah tidak mau berbagi masalahnya denganku kan?” ocehnya. Tasya kembali dibuat geleng kepala, “Mari kita pikirkan nanti, apa kamu tidak kasihan melihat pak supir mencoba menyeimbangkan mobil? Pak, maafkan teman saya Pak dia sedang ambeyen” gurau Tasya yan

