Anggara terlihat tengah merapikan bajunya di toilet rumah sakit, ia dan Tasya sudah berjanjian akan bertemu malam ini di Kedai Kopi yang letaknya tak jauh dari posisi kantor Tasya. Anggara menyemprotkan parfum pada kerah kemeja dan juga pergelangan tangannya. d**a bidangnya juga tingginya yang sempurna membuat siapapun akan terjerat visualnya. Dokter idaman para pasien julukannya. “Aku akan berjalan saja kesana sepertinya, ini masih jam setengah empat. Lagipula aku tidak tau harus kemana dulu. Tidak mungkin aku datang ke rumah Dara, bisa-bisa pawangnya marah melihatku di rumahnya. Padahal rasanya aku ingin sekali bertemu dengannya” gumam Anggara, lalu keluar dan berjalan menyusuri jalan besar menuju Kedai Kopi. Tiba-tiba ia ingat sesuatu, bah

