Adorable 33

855 Kata

                  Perasaan Hein benar-benar sudah campur aduk. Ia sudah tak mampu menahan diri untuk tidak bertemu dengan Dara dan kedua orangtuanya. Semua pekerjaan kantor sudah ia selesaikan secara cepat, ia bahkan rela untuk lembur saat orang lain sudah pulang meninggalkan semua pekerjaannya.                “Ah, aku tidak bisa begini terus. Apa kurang sopan jika aku menelpon langsung Bu Dina saja? Jika besok ia belum datang ke kantor juga bagaimana dengan nasib percintaanku?” gumamnya pada diri sendiri. Ia mengeluarkan ponselnya, mengetik nama Bu Dina dan menekan tombol hijau sambil berdoa dalam hati.                 “Malam Pak Hein” jawab Bu Dina dalam sambungan telpon.                 “Malam Bu. Maaf sekali bu saya mengganggu, karena saya sudah beberapa hari tidak bisa bertemu langs

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN