Dia yang datang

1393 Kata

Berusaha tidak terlena dengan ucapan Abyan, Emma memilih menyimpan alat gambarnya dan memilih menatap keluar jendela, memperhatikan lalu lintas yang mulai lancar. Bagaimana pun sekarang sudah siang dan kesibukan di luar sudah semakin berkurang. “Aku boleh tanya sesuatu, gak?” Terdengar suara Emma yang membuat Abyan meliriknya lalu menjawabya dengan anggukan kepala. “Selama kamu tinggal bersama dengan kami, serius tidak mengingat apa pun juga?” Emma ingin tahu karena dia mulai tidak yakin apakah Abyan benar-benar tidak ingat atau hanya berpura-pura saja. “Aku tidak ingat. Kalau aku ingat mungkin aku tidak perlu bertanya ke pihak kepolisian untuk mengetahui identas aku, kan, dan hubungan kita pasti lebih lancar lagi,” jawab Abyan. “Tapi kenapa kau suka denganku? Aku yakin kau pasti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN