"kak gimana..."tanya abi
"gimana apanya?"ucap harry balik bertanya pada abi
"iishhh itu loh...loker yang abi butuhkan"rengek abi
"ah ya...aku hampir melupakannyaa"ucap harry
Abi hanya mendengus kecewa ternyata dia bisa lupa juga...
"nanti akan aku tanyakan pada temannku.."ucap harry...
"ya sudah tak apa.lagian sepertinya seminggu ini abi sibuk di toko bunga"jelas abi
"kenapa..?"tanya harry penasaran
"tasya sakit....jadi mbak vio sementara harus jaga tasya jadi aku yang handle sementara toko bunga itu"jelas abi
Harry pun menganggukan kepalanya...
"ya sudah abi pulang duluan kak.."pamit abi pada harry..
"kau pulang sendiri?"tanya harry
"ya"jawab abi singkat...
Biasanya abi selalu nebeng ella...berhubung sekarang ella izin gak masuk jadi terpaksa abi pulang sendiri
"ayo naiklah aku antar"tawar harry
"tidak usah kak...aku jalan aja...kontrakanku kan gak jauh dari sini"tolak abi
"tetap saja...ini sudah malam Abi?"ucap harry
"gpp kak aku akan pesan ojol aja...gimana...amankan..lagian kakak harus jemput mbak hellen kan...nanti dia marah lagi kalau nunggu terlalu lama"ucap ku karna memang keadaanya selalu seperti itu
Hellen pernah marah pada harry karna harry terlambat menjemputnya...sebenarnya alasan harry yang membuat hellen marah...karna harry mengantar abi terlebih dahulu...
Waktu itu abi memang jatuh sakit dan harry tak tega membiarkannya pulang sendiri dengan umum...untuk itu harry menawarkan bantuan...
Tapi dimata hellen lain...hellen berpendapat bahwa harry lebih mementingkan abi dari pada dirinya sendiri
Harry menghembuskan nafas kasarnya
"baiklah..kalau gitu...hati hati bi"ucap harry sambil memakai helmnya
"siap kapten"jawab abi kemudian hary melajukan motor gedenya
Abi menyusuri trotoar melangkahkan kakinya...abi melihat jalan sekitar sudah mulai sepi karna hari memang sudah agak malam
Tiba tiba abi merindukan ibunya..
"ah sudah lama aku tak mengunjungi ibu..."gumam abi sambil menghembuskan nafas panjangnya
"aku merindukan mu bu.."lirih abi...
Mata abi mulai memerah saat mengenang masa masa indah bersama ibunya...
Membayangkan keluarga kecilnya dulu yang sangat bahagia
Dulu sebelum kematian ibunya hari hari abi begitu indah...mempunyai kedua orang tua yang sangat menyayanginya...hidupnya yang lumayan...abi memang bukan termasuk orang kaya raya...tapi tidak miskin juga...
Andai waktu bisa diputar kembali...abi rela mengorbankan apapun untuk mendapatkan keluarga utuhnya lagi...
Tiba tiba rintikan hujan mulai turun membasahi jalanan
"ahhh siall gw gak bawa payung"gerutu abi sambil mengorbankan tas nya untuk menutupi kepalanya
Meskipun itu adalah hal yang percuma...abi mulai berlari untuk mencari tempat berteduh karna hujan yang semakin lebat ..
"aahh kenapa tadi gw gak pesen ojol beneran aja..."kesal abi karna tadi itu hanya alasannya agar harry tak mengkhawatirkan dirinya...
Dari pada memesan ojol lebih baik uangnya di pakai untuk beli kebutuhan lain...itu perhitungan abi sebelum turun hujan...tapi sepertinya dia sedikit menyesal...
***
Esoknya
Haccyuu hacyyuu
Suara bersin sedari tadi memenuhi kamar tempat abi
"ah sial...gara gara hujan semalem kan...hacyuuu"gumam abi
"kalau aja hari ini gak ada kuis..males banget gw kuliah...ah tempat tidu nyamanku...aku ingin berbaring lagi...hacyuuu"ucap abi
Abi melangkahkan kakinya menuju halte
Tiba tiba sebuah mobil berhenti tepat di sampingnya
"abii"sapa seseorang dari dalam mobil
Abi sedikit membungkukan badannya dan melihat ke arah kaca mobil yang terbuka
"ayo masuk"
"vely"gumam abi
"ayo..."ajak vely sambil membukakan pintu mobilnya dari dalam
Abi pun terpaksa masuk..dan mendudukan dirinya di sebelah vely
Ah nyamannya...harga memang tak pernah bohong...jok mobil ini dan jok bus yang biasa iya tumpangi berbeda rasanya...tentu iyalah dasar bodoh batin abi
Vely melirik ke arah abi
"lo sakit.."tanya vely karna abi memakai masker dan juga syal
Abi mengangguk
"iya semalam kehujanan"jawab abi
"sudah minum obat?"tanya vely
Abi menggeleng karna memang belum sempat...rencananha abi akan membeli obat nanti di apotek dekat kampus...
"loh kok belum sih...ntar sakit lo tambah parah gimana.?"
"gpp nanti juga mendingan"
"ya udah sekarang gw anter ya ke klinik"
"gak gak usah vel"
"gak ada bantahan abi"
"nanti aku malah merepotkanmu"
"abi bukankah kita sudah berteman...dan kita bisa berbicara santai...meskipun umur lo lebih tua...bolehkan kita bicara santai...seperti lo sama ella"ucap vely
Ah ya tanpa abi sadari vely sedari tadi memang berbicara santai padanya dengan memakai lo gw...
"kita bertemankan bi"tanya vely
"ya tentu.hacyuu hacyuu"jawab abi
"tuh kan..ya udah pokoknya sekarang kita ke klinik dan gw gak mau di bantah okey...anggap saja menolong sesama teman bi"ucap vely
Oh tuhan bukankah dia begitu sempurna...sudah cantik...kaya baik pula...jarang jarang loh orang sepeti ini di dunia...batin abi
Abi pun tak bisa membantah dan menuruti permintaan vely untuk berobat..
"tuh kan gw juga bilang apa..gw gak apa apa cuman flu sama demam biasa vel"
"iya tapi kata dokternya juga kalau dibiarin bakalan tambah parah bi"jawab vely
"vel makasih ya...maaf gw ngereptin lo"ucal abi tulus
"isshhh lo kayak ke siapa aja...santai aja kali bi...kalau lo butuh apa apa lo kasih tau gw...ohya kita belum tukeran no hp"ucap vely sambil menyodorkan ponselnya ke arah abi
Setelah itu abi memasukan nonya ke ponsel vely
"okey...pokoknya lo harus bilang kalau ada apa apa"ucap vely
"iya vel...sekali lagi makasih ya...gw jadi gak enak nih"
"isshhh lo ya..ya udah sekarang gw anterin lo pulang"
"eh enggak usah gw harus ke kampus vel"
"kata dokter lo harus istiraha"
"gw ada kelas...dan hari ini kuis"
"ya udah ayo"ajak vely
Merekapun melanjutkan untuk pergi kekampus...