Harry calling....
Membuat abi menghentikan kegiatannya dan segera mengangkat telpon dari harry
"hallo"
"hallo abi...apa kau sibuk?"
"ya..aku sedang di toko bungan...tasya masih sakit"jawab abi
"begitu ya...apa sore ini kita bisa bertemu..aku ada sedikit informasi"ucap harry
"sore...sepertinya bisa.."jawab abi
"baiklah kalau begitu nanti sore kita bertemuu..see you"ucap harry kemudian memutuskan sambungan telponnya
Abi pun meletakan kembali ponselnya kedalam tas
"ah aku lupa menanyakan informasi apa kepadanya"gumam abi...
Abi pun meraih ponselnya hendak mengetik sesuatu namun niatnya terhenti saat lonceng pintu berbunyi tanda ada pelanggan...
Abi pun mendongak dan melihat kearah pintu...
"ada yang bisa saya bantu"tanya abi kepada pria yang tengah melirik semua penjuru ruangan...
Abi pun mengikuti pria tersebut mengitari ruangan sekitarnya kemudian kembali bertanya
"apa anda membutuhkan sesuatu?"tanya abi
Pria itu pun menatap kearah abi
"ah iya aku membutuhkan satu bouquet lili"
"baiklah akan saya siapakan"jawab abi...
Abi sedikit melirik kearah pria di depannya...
Tampan...
Itu kata pertama yang ada di benak abi...dengan tubuh tegap...parasnya bak dewa yunani...dan juga sepertinya dia bukan orang biasa...
Bisa dilihat dari setelan jas yang dikenakannya...pasti mahal dan juga mobil yang dipakainya...
Tuhan bisakah kau berikan satu untuk ku yang seperti ini batin abi...
Abi menjitak keningnya sendiri saat pikirannya mulai tidak beres...
pria yang melihat tingkah abi sedikit berkerut ada apa dengan wanita dihadapannya
"apakah sudah selesai?"tanya pria tersebut
Abi sedikit kaget
"i iya sudah..."ucap abi gagap...
Setelah nya abi memberikan pesanan pria tersebut...
Abi masih menatap punggung tegap pria itu sampai menghilang memasuki mobilnya
"berhentilah mengkhayal abi...dan kembali bekerja"gumam abi pada dirinya sendiri..
Seperti janjinya tadi sore ini abi akan bertemu dengan harry di tempat biasa..
"kak"sapa abi saat melihat harry sudah duduk di salah satu meja di coffebreak
Abi berjalan mendekat ke arah harry.
"maaf lama..aku harus membereskan beberapa bunga yang baru datang"sesal abi
"tak apa...aku juga belum lama datang"jawab harry sambil tersenyum hangat
"kau mau pesan apa"?tanya harry
"samakan saja"jawab abi..
Harry pun memanggil salah satu pelayan dan memesan pesanan yang sudah mereka pilih..
"jadi kakak punya informasi apa?"tanya abi
"temanku ada info lowongan pekerjaan yang lumayan bagus menurutku"ucap harry
"benarkah?"tanya abi dengan mata berbinar
"ya di salah satu persahaan besar"jawab harry
"ouh ya"
"ya kau bisa melamarnya besok bi"
"aahhhh terimakasih kak...kau memang yang terbaik..."pekik abi yang sekarang menjadi pusat perhatian orang disekitarnya
Abi yang sadar kalau dirinya lepas kendali segera menutup mulutnya"sorry...terlalu bersemangat"ucap abi
"emmss tapi kau harus lebih mempersiapkan diri bi...karna kau harus melamar di alexander.corp....kau taukan perusahan apa itu"
Ucapan harry barusan membuat abi sedikit menganga"kau serius kak..bagaimana bisa aku melamar keperusahan besar itu...bahkan aku belum mendapatkan gelarku"ucap abi tak percaya diri
Karna memang rasanya tidak mungkin dia di terima di perusahaan besar sekelas alexander.corp...perusahaan besar yang sukses dalam bidang perhotelan dan penerbangan...nyali abi semakin menciut rasanya
"ck kau juga harus tau...perusahan sekelas alexander.corp juga mementingan kualitas...kau harus optimis...aku tau kau bisa kau cukup cerdas untuk masuk perusahaan itu meskipun tanpa gelar..."ucap harry menyemangati...
"benarkah"cicit abi tak yakin
"tentu...nanti aku akan memberikan no ponsel temanku yang bekeja disana...sinta namanya...kau bisa meminta bantuan padanya dan bertanya apapun"ucap harry
"untung lah ada orang yang jadi peganganku disana"ucap abi lega
"ya aku tak mungkin mendapatkan informasi ini kalau tak punya teman disana...dan sinta orang yang bisa kau andalkan..."ucap harry abi hanya mengangguk mengiyakan
"tapi kalau kau memang diterima diperusahaan itu..kau harus rela melepas 2 pekrjaanmu yang lain"lanjut harry
"kenapa"tanya abi cepat...dia meminta lowongan pekerjaan karena dirasa tidak cukup tapi sekarang harry menyuruhnya untuk berhenti dari 2 pekerjaan lainnya..
"abi dengarkan...jika kau bekerja disana..kau harus menyita waktumu...dan mungkin sedikit waktu kuliahmu juga...kau tak bisa menjalankan 2 pekerjaan lainnya nanti...apa kau itu robot tak berhenti bekerja selama 24 jam"ucap harry sedikit kesal melihat tampang kecewa yang di tunjukan abi...
"kau tenang saja...gajih disana tak akan bisa kau bayangkan...bahkan jika di gabungkan gajih 2 pekerjaanmu itu masih kalah jauh dibanding gaji disana"jelas harry membuat wajah lesu abi kembali berbinar
"really...kenapa kau tak beritahu sejak tadi gaji nya bisa sebesar itu...kalau begitu aku tak harus berfikir lagi untuk melepaskan 2 pekrjaanku...tapi.."cicit abi di akhir kalimat saat menyadari sesuatu
"kalau aku diterima...ahhhh aku sangat tidak percaya diri kak...dan juga aku tak bisa meninggalkan toko bunga sekarang ini...kasihan mbak vio belum bisa mencari penggantiku...tasya pun masih sakit..."lirih abi
"aku jadi dilema kak"ucap abi sambil meletakan dagunya di atas meja dan menatap minuman di depannya dengan tidak semangat...
Harry mengangkat tangannya dan membelai puncak kepala abi
"ck mana abi yang biasa ku kilihat...abi yang selalu bersemangat dan optimis hem"ucap harry
"munkin dia kelaut"jawab abi asal dan berimbas mendapat jitakan pelan di keningnya
"kakak sakit?"rengek abi
"ayo cepat bangun kau harus mempersiapkan diri untuk besok...dan semangat"ucap harry
"ya semangat"kata kata nya tak sesuai dengan prillakunya yang lesu membuat harry terkekeh gemas