Abi mendongak melihat gedung tinggi di depannya...atas paksaan harry akhirnya abi mau melangkahkan kaki menuju perusahaan besar di depannya ini
"ayo abi...kau bisa...aahhhh aku takut.."rengek abi di akhir kalimat
Abi hendak melangkahkan kakinya namun tertahan saat ponselnya berdering
Mbak Sinta calling....
Sinta teman harry yang kemarin harry ceritakan...
Setelah abi mendapatkan no ponsel sinta abi segera menghubunginya dan bertanya soal persahaan yang hendak iya masuki...
Sinta menjelaskan dengan sangat terperinci dan juga memberinya semangat
"hallo mbak"jawab abi
"abi lo dimana.?jadi melamar pekerjaanya.?"tanya sinta
"jadi mbak...ini sudah di depan gedungnya"jawab abi
"ya sudah cepat masuk...aku menunggumu di dalam...bay.."setelah itu sinta mematikan sambungan telponnya
Abi menarik napas panjang dan menghembuskannya begitulah berulangkali sampai dirasa dirinya sudah relax
Abi mulai berjalan memasuki kedalam gedung...ternyata bukan luarnya saja yang megah lihatlah dalam perusahan ini..membuat abi tak bisa berkata kata lagi....
"abi"teriak seseorang membuat abi langsung menoleh kesumber suara
Abi melihat wanita sekitar umur 30an munkin lebih sedikit berlari ke arahnya
"lo abigail kan?"tanya nya
"y..ya"jawab abi
"ah ternyata benar..gw sinta"ucapnya sambil mengulurkan tangannya
"eh mbak sinta...senang bertemu langsung dengan mbak"ucap abi sambil tersenyum senang dan menyambut uluran tangannya
"bagaimana?"tanya sinta
Abi sedikit mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan sinta...sinta yang tau maksud keterdiaman abi mengulangi pertanyaanya
"bagaimana perasaan lo...gugup?"tanya sinta
"bukan hanya gugup mbak...lebih dari itu...aku bahkan tak percaya diri...nyaliku menciut"lirih abi
Sinta terkekeh melihat ekspresi abi yang menurutnya lucu
"tenanglah...kalau mendengar cerita harry sepertinya lo cukup cerdas...lo hanya harus melalui beberapa tes..memang sedikit sulit sih dari tes kebanyakan...tapi gw yakin lo pasti bisa..jadi semangat..."ucap sinta menyemangati
Abi pun serasa mendapat energi baru dan lebih semangat dari sebelumnya berkat sinta...abi menyukai sinta..karna baru pertama kenal dia sudah bisa akrab dengannya tanpa rasa canggung...itu karna sinta juga bisa menempatkan dirinya dengan cukup baik...sinta bukan orang kaku layaknya baru pertama kenal...seperti sebutan saya...kamu..anda..ataw sebagainya...
Dia lebih bersikap santai dengan sebutal lo gw nya meskipun abi tak berani mengikutinya karna abi merasa tidak sopan di lihat dari jarak umurnya dengan sinta
"terima kasih mbak"jawab abi dengan senyuman manisnya
Setelah cukup lama berbincang bincang sinta mengantar abi ke satu ruangan dimana tempat interview dilakukan
Abi sediki cukup kaget karna cukup banyak yang melamar kesini membuatnya kembali dilema...tak hanya itu...penampilan mereka yang sediki mencolok di bandingkan dengan penampilannya..
Abi melihat para wanita didepannya dengan rok pendek super ketat plus belahan di belakangnya dan kemeja kekecilan mereka yang memperlihatkan lekuk tubuh mereka
Kemudian dia melarikan pandangannya ke diri sendiri...
Kemeja putih plus blazer abu di tambah celana bahan senada dengan blazernya
Sinta yang beada di samping abi menyadari kalau gadis di sebelahnya pasti sedang di lema lagi dan benar saja saat abi mulai bertanya lagi padanya
"mbak apa kostumku salah?"tanya abi karna hanya dia yang berpenampilan seperti itu
Sinta hanya terkekeh"tidak lo udah bagus kok...mereka aja yang berlebihan...jadi jangan khawatir okey...penampilan tak menjamin"ucap sinta
Kemudian setelah itu abi berjalan mendekati para gerombolan wanita di depannya dan menduduki kursi kosong sambil sesekali menenangkan dirinya sendiri....
Setelah kurang lebih menunggu 20 menit mereka akhirnya di tes...ada 3 tahapan tes yang membuat kepala abi berdenyut ...
Pernyataan harry dan sinta yang menyebut dirinya cerdas ternyata salah....tidak munkin kepalanya sampai sesakit ini melihat isi tes yang mereka berikan...
Sekarang abi hanya bisa pasrah pada takdir...toh jika dirinya gagal ia akan mencari pekerjaan lain...tak masalah bagi abi...
Tapi di hati kecilnya tentu saja berkata lain...sangat disayangkan jika dirinya tak bisa masuk ke persahaan sebesar ini...
Semoga keberuntungan memihakku setidaknya kali ini saja batin abi...
Jantung abi mulai berdegup kencang saat satu persatu nama mereka dipanggil...
Abigail stephanie allred..
Deg
Anda bisa melanjutkan ke sesi wawancara....selamat anda diterima di bagian keuangan kami...
Deg deg deg
Abi sampai tak bisa berkata apa apa...dirinya masih mencerna kata kata yang di ucapkan wanita di depaannya...
"sa saya di terima be bekrja disini.??"tanya abi gagap untuk memastikan lagi apa telinganya tak salah dengar...
"ya anda diterima...setelah wawancara selesai saya akan mengantar anda kebagian divisi anda"jelasnya
"ba baiklah...terimakasih"jawab abi dengan mata berkaca kaca
Abi meraih ponselnya namun berhenti sedetik kemudian...
Abi tersenyum miris "memangnya siapa yang hendak kau hubungi abi...kabar gembira ini...bahkan tak ada yang akan bangga padamu"gumam abi
Namun tak lama ponselnya berdering...
Harry calling....
Ya mungkin memang ada yang masih peduli batin abi
"hallo kak"
"bagaimana...apa semua lancar"?tanya hari
"sebenarnya tidak"jawab abi
Terdengar suara helaan nafas harry
"tidak apa..aku akan mencarikan pekerjaan lain untukmu"ucap harry
"ishh kau belum mendengar lanjutannya kak"ucap abi
"awalnya tidak...karna tes masuk perusahaan ini membuat kepalaku berdenyut dan rasanya ingin meledak...tapi mungkin tuhan sedang berpihak padaku...jadii....."ucap abi menjeda ucapannya
"jadi....what.?"tanya harry penasaran
"aku di terima kak"pekik abi sambil melompat lompat kegirangan
"ahh syukurlah...kau membuat ku khawatir saja...tapi aku senang mendengarnya...kapan kau mulai bekerja..."
"senin...jadi aku bisa mengatur ulang jadwal kuliahku dan mengirim surat pengunduran diriku...aku juga harus bicara pada mbak vio...aku sedikit tak enak dengannya...dia sangat baik padaku kak"jelas abi
"ya baiklah..dan semangat...jadi kapan kau akan mentraktriku"tagih harry
"kapanpun kakak mau...baiklah aku tutup dulu aku harus segera wawancara"ucap abi
"baiklah semangat"jawab harry
Abi pun meletakan kembali ponselnya...dan berjalan mengikuti wanita didepannya yang akan mengantarnya ke divisinya...
Abi begitu senang sampai ingin terbang rasanya.