Sebulan kemudian...
"apa apaan ini...kenapa laporannya bisa sekacau ini?"tanya aldric sambil melemparkan berkas berkas yang di pegangnya
"maaf pak...tap...."
"tapi apa...kenapa selisihnya bisa sebesar itu...kalian memang tidak becus"potong aldric...
Dora hanya bisa bungkam melihat aura membunuh di depannya...lututnya gemetar hebat...
Atasannya yang satu ini memang sangat menakutkan...dia tak pernah main main masalah pekerjaan...
"cepat panggil orang yang mengerjakan laporan ini...sekarang"perintah aldric dengan penuh penekanan
Dora pun bergegas memanggil orang orangnya dibagian keuangan yang bersangkut paut dengan laporan bulan ini...
Tak lama masuk sinta dan juga noni...mereka tertunduk di hadapan aldric tak mampu melihat wajah atasannya..
"apa yang kalian pikirkan saat bekerja hah..apa kalian tak bisa menghitungnya...bagai mana ini bisa terjadi"
"maaf pak..ada beberapa kesalahan saat input data jadi kam..."
"jadi kalian berani memberikan kertas sampah ini kepada saya...tak bisakah kalian mengeceknya kembali sebelum melaporkannya pada saya"bentak aldric
"maaf pak kami akan..."
"bahkan kalian sudah bekerja berdua tapi tetap melakukan kesalahan..."potong aldric kembali
"maaf pak sebenarnya kami mengerjakannya ber tiga"ucap noni yang mendapatkan tatapan tajam sinta dan dora
"lalu kemana teman kalian satunya lagi...apa dia tak ingin bertanggung jawab...ck dasar teman tak setia kawan"ucap aldric
"maaf pak abigail hari ini masuk siang..karna dia ada jadwal kuliah"jawab dora
"whattt...."ucap aldric sedikit meninggikan suaranya
"bagaiman dia bisa diterima di perusahaan ini...sedangkan dia masih kuliah.."
"dia lulus tes pak"
"lalu dengan begitu kalian dengan mudah menerimanya..."ucap aldric tak percaya
"tapi bukan kami yang meng..."
"cepat panggil dia dan suruh masuk kerja sekarang juga.."perintah aldric yang tak bisa di bantah lagi...
Akhirnya mereka lebih memilih bungkam dan menuruti permintaan aldric....
***
"lo serius bi"tanya ella tak percaya
"ya gw serius ell"jawab abi
"gimana lo bisa masuk sana?"tanya ella penasaran sambil terus mengikuti langkah kaki abi
"karena ini"jawab abi sambil mengetuk ngetuk keningnya
"berkat otak gw ini ell"lanjut abi
"lo udah kerja sebulan disana dan baru ngasih kabar ke gw...iisshhh akhirnya lo beruntung juga bisa masuk perusahaan besar itu "jawab ella
"lo keliatan gak seneng ell"
"mana mungkin sih gw gak seneng denger sahabat gw ini yang selalu tak beruntung tapi kali ini gw denger lo bisa bekeja disana mana mungkin gw gak seneng"ucap ella sambil mencubit pipi abi..
"isshhh sakit ell"ketus abi
Tak lama ponsel abi berdering
Mbak sinta calling....
"bentar gw angkat telpon dulu"ucap abi
"hallo mbak"
"bi lo sebaiknya kekantor sekarang"
"tapi mbak jadwal masuk saya masih 2 jam la..."
"sekarang abi...kita dalam masalah...lo harus cepet cepet kalau gak keadaan tambah buruk"potong sinta setelah itu langsung memutuskan sambungan telponnya
Abi yang mendengar perkataan sinta sedikit memucat
"lo kenapa?"tanya ella
"kayaknya ada yang tidak beres di tempat kerja gw...gw di suruh masuk kerja sekarang"jawab abi
"nah terus tugas kita gimana?"tanya ella
"nanti gw kerjain deh abis pulang kerja"jawab abi
"eh tugasnya buat lusa bi"
"yya ya gw tau..udah bay...gw harus cepet.."ucap abi dan berlalu meninggalkan ella
"iisshhh anak itu keterlaluan..."gerutu ella
20 menit kemudian
Abi berlari menuju ruang kerjanya dan segera mencari sinta...karna sedari tadi sinta terus menerornya dengan telpon dan pesan singkatnya
Abi meletakan tas di meja kerjanya dan melirik ke arah kubikel sinta namun tak ada siapapun....
Namun tak lama sinta berlari tergesa gesa menghampiri abi
"abiii lo dari mana aja sih...gw hampir di gantung tau gara gara lo"
"maaf mbak...tadi mang ojolnya lama sih..."
"ya udah cepet deh..sebelum kita di pecat semua"potong sinta dan kemudian menarik abi kedalam ruangan...
Saat masuk kedalam ruangan aura mistis menyelimuti arah depannya dimana seorang tengah duduk dikursi kebesarannya sambil membelakanginya...
"kau baru datang setelah membiarkan ku menunggu 30 menit"ucap pria di depan abi yang abi tebak sebagai atasannya itu
"maafkan saya pak"
Kemudian kursi kebesaran itu berputar dan berbalik mengarah kehadapan abi...
Abi sedikit terkejut saat melihat pria didepannya...
Rasanya gw pernah liat...tapi dimana ya batin abi sedikit berfikir...
Abi melihat nameplate diatas meja kerja pria tersebut
Aldric alexander Chief Executive Officer...
Ouh jadi dia ceo kita yang terkenak itu batin abi...
Karena sebulan dia bekerja di perusahaan aldric abi memang belum pernah melihat apalagi bertemu langsung dengan atasannya...
Dan ini kali pertama baginya
Sedangkan pria didepannya kini tengah memperhatikannya dari ujung kaki sampai ujung rambut...
Aldric berdiri dari kursi kebesarannya..memamerkan tubuh jangkung dan badan tegapnya yang dibalut setelan serba hitam...membuat abi menelan salivanya susah payah
Aldric berjalan kedepan meja kerjanya dan bersandar...
"siapa nama mu?"tanya aldric dingin
abi mendongak dan menatap wajah aldric
"sa saya pak"?tanya abi balik
"ya siapa lagi?"
"abigail pak..."jawab abi
"apa kau bekerja disini?"tanya aldric
"i iya pak"
"sudah berapalama?"
"sebulan..."
"apa kau tau peraturan disini"tanya aldric masih dengan suara datar dan dinginnya
"ya saya tahu pak.."
"aku kira kau tak tau...bukankah di peraturan disebutkan setiap karyawan harus berpenampilan rapi dan sesuai standar...and look"ucap aldric sambil menunjuk ke arah abi dengan dagunya...
Membuat sinta dan noni yang disebelah abi ikut menatap kearahnya...begitupun dengan abi menatap dirinya sendiri...
Mereka baru menyadari abi masih mengenakain pakain santainya kekampus
Mati gw...gw lupa ganti baju batin abi...
Abi melirik kearah sinta
Mbak aku lupa batin abi sambil memasang wajah memelas nya
Gw juga gk merhatiin lo tadi...main tarik lo aja kesini...gw juga panik balas batin sinta...seakan batin mereka saling berkomunikasi
"kau di pecat"ucap aldric membuat ketiga orang didepannya membulatkan matanya....