"kau di pecat"ucap aldric membuat ketiga orang didepannya membulatkan matanya....
"tapi pak salah saya apa?"tanya abi sedikit memberanikan diri untuk bertanya
"apa kau tak mendengar kesalahanmu dari kedua teman mu itu"jawab aldric
Abi pun melirik ke arah sinta dan noni minta penjelasan...karna mereka yang langsung saja menariknya ke lobang singa tanpa memberikan penjelasan apapun...
"apa kau yang membuat laporan bulan ini?"tanya aldric membuat abi kembali menatap ke arahnya
"kami bertiga pak"jawab sinta...
Abi mulai faham inti dari permasalahan yang ia hadapi sekarang
"jelaskan pada saya kenapa laporan kalian sekacau ini"
"maaf pak akan kami perbaiki"jawab sinta dengan masih menunduk
"ck perbaiki...apa kalian di gajih hanya untuk terus teusan memperbaiki ini hah..."sentak aldric membuat abi kaget dan memejamkan matanya
Kemudian al melempar berkas itu ke tong sampah
"buat rincian dari awal...sore ini semuanya harus ada di meja saya"ucap aldric
So sore...sore ini batin abi...
bagaimana bisa laporan sebanyak itu beres dalam waktu sesingkat itu...bahkan kami bertiga membuatnya lebih dari 5 hari batin abi tak habis fikir dengan perintah atasannya itu
Ketiga karyawan aldric tak ada yang menjawab dan masih mematung mendengarkan ucapan aldric tadi
"apa yang kalian tunggu...cepat kerjakan..waktu kalian tak banyak..."sentak aldric
"baik pak"ucap sinta...
Mereka pun hendak berlalu keluar ruangan aldric
namun langkah mereka terhenti saat aldric kembali berbicara
"hei kau...siapa yang menyuruhmu pergi...aku belum beres berbicara denganmu"ucap aldric membuat ketiga karyawannya berbalik menghadapnya
Aldric menatap lekat wajah abi...
"sa saya pak?"tanya abi yang merasa dirinya di tatap
"ya kau..siapa lagi"ketus al
"tapi bukan kah bapak menyuruh kami segera menyelesaikan laporan ini"jawab abi
"aku menyuruh sinta dan noni...bukan dirimu"ucap al
Sinta dan noni yang merasa tak dibutugkaN lagi pun segera keluar dari kandang singa tersebut sebelum al merubah pikirannya dan memecat mereka...
Sedangkan abi kembali diam mematung di depan aldric
"aku kan sudah memecatmu"ucap aldric
"tapi tak bisa se enaknya begitu pak...lagi pula saya sudah tanda tangan kontrak untuk 6 bulan kedepan"jawab abi
"ouh ya...kau melamar hanya dengan ijazah sma mu...dan kau dengan mudah langsung masuk tim keuangan"tebak aldric
"i iya pak...tapi saya sedang melanjutkan kuliah saya...sebentar lagi saya akan dapat gelar saya..."
"saya tak butuh gelar itu nanti...tapi sekarang...bagaimana bisa kau masuk perusahaan ini"
What apakah dia meragukan kemampuanku batin abi
"tapi saya lulus tes yang perusahaan ini berikan"jawab abi
"bisa saja kau curang"
Bagaimana bisa dia berfikir seperti itu batin abi kesal
"bahkan ku sudah jadi karyawan kontrak dan bekerja dengan mengikuti jadwal kuliahmu...kau fikir ini perusahaan keluargamu hah"bentak aldric
"sa saya sebelumnya sudah memberitahu bagian hrd tentang status saya yang masih berkuliah...dan mereka mencocokan jam kerja saya dengan jadwal kuliah saya...mereka bilang tak ada masalah selagi saya bisa mengaturnya dengan baik..."
"yang mengatur perusahaan ini saya...bukan mereka"potong aldric dengan tegas membuat abi tertunduk ...
Benar yang mengatur perusahaan ini dia bukan mereka batin abi...
Abi mulai merasa gugup...abi meremas ujung kaosnya yang kebesaran
Aldric bisa melihat dan menyadari kegugupan karyawannya itu
"jadi mulai besok kau tak us"...
Ceklek
ucapan aldric terpotong saat seseorang membuka pintu ruangan kerjanya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
"apakah dady mengganggu?"tanya brian saat melihat kedua orang didepannya sedang menatap ke arahnya
"iishhh tak bisakan dady mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk kedalam ruang kerjaku"ringis aldric
Aahhh aku tau dari mana asalnya wajah tampan ceo galak itu batin abi melihat ke arah aldric kemudian beralih menatap brian...
"sorry dady lupa"jawab santai brian dan berjalan mendekat ke arah aldric
"oh ya son..."ucapan brian menggantung saat langkahnya sejajar dengan abi...
Brian baru menyadari bahwa diruangan ini bukan hanya ada aldric...
Brian menatap abi dari ujung kaki sampai ujung kepala...
Abi yang merasa ditatap menjadi semakin kikuk...tadi di tatap anaknya sekarang di tatap bapaknya...
Ella kau bisa menguburku di rawa rawa sekarang juga batin abi yang mengingat ancaman ella yang selalu ingin menguburnya di rawa rawa...
"kau....."tanya brian namun di potong aldric
"dia mantan karyawan kita dad"potong aldric cepat
"saya masih jadi karyawan disini...bapak tidak bisa memecat saya Se enak bapa...bahkan saya tidak membuat kesalahan apapun...lagi pula saya masih punya kontrak kerja di perusahaan ini selama 6 bulan kedepan"jawab abi mulai kesal
Selama 6 bulan ini gw harus menabung gajih gw...setelah itu gak usah di pecat gw yang akan keluar sendiri dari perusahaan ini batin Abi
"apa kau masih mempertanyakan kesalahanmu...apa kau tak menyadarinya hah?"tanya aldric
"tidak..saya tidak merasa punya kesalahan"
"kau sudah melanggar aturan"
"saya tidak melanggar aturan"
"yes you did"
"tidak..saya tidak melakukannya"jawab abi sambil metapa lekat ke arah mata aldric begitupun dengan aldric memberi tatapan membunuhnya kepada abi
Brian yang mulai jengah dengan perdebatan kedua orang di depannya merasa harus ambil alih karna brian rasa ini menyangkut perusahaannya
"okey cukup...ayo kita bicarakan baik baik"ucap brian
"dad"rengek aldric
Namun tak dihirau kan brian
"siapa nanamu?"tanya brian
"abigail pak"jawab abi
"okey abigail..silangkah duduk kita bahas masalah yang menimpamu"ucap brian sambil menujuk sofa di sisi ruangan aldric
Abi pun mengangguk dan menuruti perkataan brian...sedang al dengan wajah marahnya enggan untuk ikut duduk...dia lebih memeilih berdiri dengan tangan yang terlipat di dada
"jadi ceritakanlah masalahmu"
"dad yang punya masalah itu aku karna harus punya karyawan se..."
"sssttttttt"brian tak meng gubris perkataan aldric
Abi pun mulai menceritakan inti permasalahannya...menurut abi brian sangat pengertian sebagai bos...
Brian melihat hasil tes abi untuk memastikan...dan brian juga menanyakan hasil kinerja abi selama sebulan ini...
Dan jawabannya okey...brian tak mempermasalahkan abi yang hanya masuk dengan ijazah smanya...toh sekarang dia juga sedang berkuliah
Brian bagai dewa penyelamat bagi abi karna dia tak harus keluar dari perusahaan ini...
Dan tentunya keputusan brian ini sangat bertolak belakang dengan yang di mau putranya aldric...lihatlah tatapan membunuhnya menatap abi...membuat abi merinding takut...
"apa kau bekerja hari ini?"tanya brian
"iya pak. Satu jam lagi...saya harus memperbaiki penampilan saya...maaf karena berpenampilan tidak sopan di hadapan bapak...saya tadi buru buru dari kampus dan langsung ke sini jadi saya lupa.."jelas abi
"okey no problem...baiklah saya rasa permasalahannya sudah beres...kau bisa segera pulang dan kembali bekerja seperti sebelumnya"jawab brian
"terimakasih pak"jawab abi dengan senyum sumringah setelah itu abi pun keluar dari ruangan aldric