Bab 11

697 Kata
Abi mendudukan dirinya di kursi di dalam kubikel kerjanya.. Abi membuang napas panjang..rasanya lelah dia harus bolak balik dari rumahnya ke tempat kerja... Abi meletakan dagunya di meja kerja "bi bagaimana" "astaga"pekik abi saat entah sejak kapan sinta dan noni berada di sebelahnya.. "mbak bikin kaget aja"lanjut abi sambil masih memegang dadanya "gimana...lo gak di pecat kan"tanya sinta "enggak mbak?" "loh kok bisa?"tanya noni "isshhh lo kayak gak seneng gitu si abi gak jadi di pecat"ketus sinta "bukan gitu mbak...tadi kita denger tuh c bos bilang kata pecat kan"ucap noni "awalnya memang aku di pecat tapi untungnya ada pak brian...jadi nggak jadi"jelas abi "pak brian...jadi tadi lo ketemu pak brian...?"tanya sinta "iya tadi pas pak al marahin aku...tiba tiba pak brian muncul.."jelas abi. "wah lo beruntung amat...bisa keluar dari kandang singa dengan selamat"ucap noni "gimana bi?"tanya mbak sinta sambil menaik turun kan alisnya Abi mengerutkan keningnya "gimana apa nya mbak?"tanya abi tak mengerti "iisshhh lo ya...gimana satu ruangan sama 2 bos ganteng?"tanya sinta "emss rasanya gimana ya?"ucap abi sambil pura pura berfikir "ishhh lo yang kayak begitu aja mikir....lo gak terpana gitu sama 2 bos kita...anak dan bapak yang punya tampang bak dewa yunani...aargghhh bikin dedek suka khilaf kalau liat 2 wajah bos kita"ucap noni "itu mah cuman lo aja yang mikir begitu"ucap sinta "memang sih pak brian ganteng banget...baik pula...gak kayak anaknya songong"gerutu abi yang masih kesal dengan perilaku bosnya itu "emang sih bapak dan anak itu beda walau sama sama ganteng..."sambung sinta "oh ya...bedanya dimana mbak?"tanya abi penasaran "ck lo gak pernah baca berita apa bi...pak aldric itu kan langganan tabloit gosip dan akun lambe lambean"jelas sinta "ouhya tapi aku juga sering liat muka pak brian di koran"jawab abi polos "abi lo ya...beda berita lah...kalau berita pak brian paling berita tentang prestasi perusahaannya...kariernya ataw keharmonisan rumah tangganya...beda kalau pak aldric dalam sebulan sedikitnya 3 kali dia masuk akun lambe gara gara ganti ganti pasangan"jelas sinta "ouhh yaaa...pantes sih dia nyadar punya tampang ganteng"ucap abi "tapi bukannya pak aldric pacar aslinnya miss queen ya?"tanya noni "melarat dong dia"sambung abi yang mendapat toyoran noni "bego lo...maksud gw itu temen deketnya pak aldric queen namanya"jelas noni Abi hanya berohria menanggapi penjelasan noni "echemm disini bukan tempat gosip lambe lambean ya...kalian mau dapat teguran dari pak aldric"ucap seorang wanita sekitar umur 40 an dengan kaca mata tebal melindungi matanya "maaf bu dora"ucap ketiganya dan langsung bubar ke kubikel masing masing "noni sinta...kalian jangan lupa sama tugas yang pak aldric berikan..sore ini harus sudah beres..dan jangan melakukan kesalahan yang sama"ketus bu dora yang notabene atasan bagian keuangan "baik bu"jawab noni dan sinta "dan kau abi...sekarang temui pak aldric d ruangannya gak pake lama?" "sa saya bu?"tanya abi memastikan "iya siapa lagi...bukan kah tadi saya menyebutkan nama mu"ketus bu dora "baik bu"jawab abi kemudian merapikan bajunya dan segera berjalan untuk menemui bos lucifernya itu... Abi memasuki lift dan menekan tombol 30 dimana ruangan bosnya. Berada Abi menarik nafas kemudian menghembuskannya perlahan "apa dia mau mecat gw ya gara gara pak brian udah balik...ah tenang abi semua akan baik baik saja"gumam abi Ting Tak lama abi sudah berada di lantai 30... Tok tok tok "masuk"ucapnya dari dalam Ceklek Abi membuka pintu perlahan kemudian berjalan menghadap aldric... "bapak memanggil saya"tanya abi "ya...tunggu sebentar"jwab aldric yang masih fokus dengan laptop di depannya 5 menit 10 menit 20 menit Abi sudah mulai pegal berdiri tegap di hadapan bosnya...sedangkan orang yang memanggilnya tak sedikit pun menoleh padanya... Duh kaki gw keram batin abi sambil menggerak gerakan kakinya "echeemmm pak..apa masih lama?"ucap abi membuat aldric mendongak melihat ke arahnya "sedang apa kau disini?"tanya aldric datar Whatt sedang apa gw disini...dasar lucifer gila...dia gak inget udah manggil gw batin abi emosi "tadi bapak memanggil saya"jawab abi sedikit kesal "oh ya saya lupa"jawab nya Lupa lo bilang lupa...setelah gw berdiri setengah jam disini...tuhan kalau saja membunuh tidak berdosa batin abi "tolong bikin kan saya kopi dengan sedikit gula"perintah aldric ....dia manggil kesini cuman mau nyuruh gw bikin kopi "bapak memanggil saya untuk membuatkan anda kopi?"tanya abi "ya..apa kau keberatan?"tanya aldric sambil menopang dagu di atas tangan nya "saya buka OG pak...maaf"kesal abi "bagiku kau pantasnya sebagai og...di perusahan ini kau hanya mengandalkan ijazah sma mu...jadi aku cukup berbaik hati tidak menurunkan jabatan mu langsung sebagai og... Sebagai gantinya aku bebas menyuruhmu apapun di kantor ini...mengerti"jelas aldic Abi mengepalkan tangannya kuat sampai buuku buku jarinya memutih "tapi pak sa..." "apa kau lebih senang aku memindahkan mu ke bagian og ataw memecatmu"ancam aldric membuat nyali abi menciut "tidak pak" "ya sudah cepat buatkan aku kopi"perintah aldric sambil mengibas ngibaskan tangannya "baik pak"jawab abi penuh penekanan... Abi pun melangkah dengan kesal keluar dari ruangan lucifer...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN