Juwi membuka matanya perlahan, mengedip berulang, masih beradaptasi mengumpulkan fokus. Ini di mana? "Yuk, udah sampai." Juwi menoleh ke samping kanannya. Benar, Juwi kembali ingat. Ia sedang diculik oleh seseorang yang memang ia kehendaki untuk membawanya kabur dari rumah sakit. Ah, kalau semua penculik seganteng Abangnya, mungkin penjara tidak jadi penuh. Lha wong yang diculik malah berserah pasrah, 'culik aku, Bang.' Itu mungkin lain cerita. "Ini di mana?" tanya Juwi, menyadari bahwa ia tidak familier dengan tempat ini. "Turun dulu, ntar gue kasih tahu." Tanpa menunggu persetujuan Juwi, Rayyan telah keluar mobil terlebih dahulu. Ia berjalan memasuki bangunan semi permanen yang berada sepuluh meter dari tempat mobilnya terparkir. Juwi masih memerhatikan dari dalam mobil. Banyak p

