"Kenapa bisa seperti ini?" teriak Ayesha, begitu sampai di kantor. Ketika Silvi--salah satu teman sesama media planner--menghubunginya beberapa waktu lalu, tidak ada yang bisa Ayesha pikirkan kecuali segera datang ke kantor dan mengeceknya secara langsung. Memang benar, ada Silvi dan Agam dengan wajah kalut begitu kentara, sudah berada di kantor terlebih dahulu. "Gue juga nggak tau, Ye. Tau-tau budget kita udah over gini," jelas Silvi dengan pasi. Ayesha kemudian bergegas mengecek kembali pekerjaannya. Terakhir kali ia meninggalkan kantor, ia sudah yakin betul bahwa ads yang ia pasang sudah stabil di tempat. "Gawat sih, Ye. Kalau sampai Pak Boss tahu, yaaa... ya siap-siap aja kita mah." Bukannya menenangkan, Silvi justru memperkeruh pikiran Ayesha dengan kata-kata horornya. "Pak Bos

