Bab 78

1146 Kata

Tuan Arjun menatap kedua tangannya, kemudian menyesali kembali apa yang telah ia lakukan pada Dinda dulu. Bulir air mata tidak sengaja terjun bebas dari pelupuk matanya. "Aku telah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupku. Aku pantas mati di tanganmu setan kecilku sayang." Tuan Arjun memukul-mukul dadanya yang terasa sesak. Hatinya sakit jika harus membayangkan peristiwa mengerikan itu. Bagaimana ia tega, dengan kedua tangannya menyiksa wanita yang sangat ia cintai itu dengan begitu kejam. Tuan Arjun sangat mencintai Dinda melebihi nyawanya sendiri. "Selamanya sayang. Aku akan selalu menjagamu dengan nyawaku. Bahkan aku rela jika aku harus menukar sisa umurku untukmu sayang. Bahkan jika kau mau, ambillah kedua tanganku ini. Tangan yang sudah melukaimu dan calon anak kita." Mu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN