"Mama sakit papa. Mbak Ambar sudah mempunyai anak sekarang. Dan Okta.... Papa harus kembali untuk menguatkan kita semua. Kami merindukan papa." "Papaaaa.... Hikss hikss hikss." Tuan Arjun Saputra yang terus berdiri di belakang Dinda juga tak kuasa menahan rasa sedih istri kecilnya itu. Melihat Dinda yang sesenggukan menangisi keadaan ayahnya membuat tuan Arjun Saputra juga merasakan sesak di dadanya. Hal tidak terduga terjadi kemudian. Saat Dinda tengah menangis sambil memeluk tangan pak Ferdi. Tangan yang satunya milik pak Ferdi menyentuh kepala Dinda. Membelai dengan lembut penuh kasih sayang. "Nduk...." Kemudian Dinda mendongak dengan matanya yang sembab "Papa.." Segera Dinda mengusap air matanya yang tumpah ruah, menyadari kedua netra mereka saling bertemu dalam kerinduan

