"Bukan begitu Dinda, awalnya kan kamu yang selalu menolak tuan. Tapi sekarang, aku senang akhirnya kalian tiba di pelabuhan cinta yang sama." Dinda menepuk pundak Daniar "Jangan terlalu senang. Karena aku saja tidak begitu berharap dengan cinta ini. Selagi bukan aku istri satu-satunya di kediaman ini. Dan aku menganggap cinta Arjun bukan sepenuhnya milikku." "Dindaa.." "Aku tidak apa. Tenang saja. Walau begitu, aku lebih unggul dari pada mereka. Hehe.." "Ah itu mobil tuan Arjun." "Hah mana?" Dinda mencari-cari keberadaan mobil tuan Arjun. "Tapi bohong wleeee.." ledek Daniar. "Awas kamu ya nanti!!" Dinda mengejar Daniar. Dan mencoba memberi pelajaran dengan menggelitikinya. "Ah ampun Dinda.. Tapi kali ini benar itu mobil tuan Arjun." "Bohong.. Kali ini aku tidak mau kamu b

