Bab 64

1065 Kata

Tuan Arjun tersenyum menyeringai. Ia sama sekali tidak takut dengan kepungan orang-orang jahat itu. "Kamu tebak, berapa banyak korbanku nanti?" bisik tuan Arjun pada Rendi. Rendi mengerti dengan ucapan tuan Arjun hanya bisa diam sembari tersenyum. "Mereka semua akan tamat hari ini." "Serang mereka!!" Rendi dan tuan Arjun maju dengan berani. Menantang duel mereka semua dengan tangan kosong. Bugghhhh.. Bugghhhh.. Bugghhhh.. Bugghhhh.. Hantaman demi hantaman, pukulan, tolakan kubu tuan Arjun berhasil menembus musuh. Walau kalah jumlah, menghadapi pengawal amatiran seperti itu bukanlah suatu masalah lagi. Doooorrrr.. "Arrgghhhh.." tuan Arjun memekik saat lengannya tertembak. Dari kejauhan tuan Arjun bisa melihat dengan jelas Bima yang mengacungkan pistol kearahnya. "Ups,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN