Mobil berhenti di sebuah rumah yang di sewa oleh Rendi. Memasukinya dengan langkah penuh dendam. Tuan Arjun menyeret kursi ke depan seorang pria yang tergantung di hadapannya. Tangannya di ikat dengan tali, kemudian di gantungkan beberapa jengkal dari tanah. "Sepertinya kamu sudah lelah?" tanya tuan Arjun pada pria itu. "Ampun tuan. Tolong lepaskan saya." pria itu memohon. "Jadi dia yang ingin kamu tunjukkan padaku Rendi. Tapi apa kesalahannya?" tanya tuan Arjun. "Dia adalah mata-mata penjahat Bima. Dia juga yang meledakan bangunan di kediaman untuk melancarkan aksi seseorang, tuan." Tuan Arjun menatap tajam dan mencengkram kerah Rendi "Siapa seseorang itu?" "Di-dia.." "Katakan!!" tuan Arjun berteriak. "Nyonya Dona." Deg.. Wajah tuan Arjun merah padam di buatnya. Kemud

