Bab 51

1089 Kata

Dinda menunggu di ruang tunggu, tidak di temani tuan Arjun Saputra. Karena memang itu permintaannya sendiri. Dinda ingin privasi antara kakak dan adik. "Okta.." Dinda berhambur memeluk adiknya yang akhirnya muncul di hadapannya itu. "Mbak Dinda. Hiks.." Okta tidak bisa membendung air matanya, berbulan-bulan ia telah di penjara. Baru kali ini ada yang datang Menjenguknya lagi. "Bagaimana kabarmu hah? Kenapa kamu jadi kurus sekali. Apakah kamu tidak puas makan di sini? Duduklah, mbak membawakan mu makanan yang sangat banyak." Dinda duduk di samping Okta. Terus menempel dan mendampinginya untuk memberikan dukungan moral pada adiknya itu. Hatinya sangat sakit ketika melihat Okta yang dengan lahap memakan makanan bawaannya. Mengusap pelan rambut adik kesayangannya itu. "Pelan-pelan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN