Melihat Dinda yang begitu sedih membuat tuan Arjun Saputra merasa khawatir. Namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Takdir yang mempertemukan mereka sekarang, mana tega ia memisahkan reuni ibu dan anak yang lama sudah lama tidak bertemu. "Mama sadarlah. Dinda rindu mama. Ingin di peluk dan di belai tangan halus mama." "Dinda.." Suara lirih itu membuat Dinda menoleh. Terlihat Ambar dengan perut yang sudah membuncit. "Mbak Ambar.." Dinda berlari, gegas memeluk Ambar yang siap dengan tangisannya. Terdengar raungan Ambar yang begitu sangat memilukan. Tangisannya membuat Dinda juga ikut menangis. Ambar meluruh ke lantai, dia begitu terharu bisa bertemu lagi dengan adik sepupu yang sangat ia sayangi itu. "Mbak Ambar jangan sedih ya, Dinda akan selalu ada untuk kalian." Dinda

