Melakukan pemanasan di tengah udara pagi yang sangat dingin. "Kalau seperti ini kenapa aku kaya lagi tukar shift ya sama mbak kunti. Si mbak kunti pulang, aku datang. Hahahaha." Melepaskan alas kakinya dan melemparkan ke sembarang arah. Kini Dinda berjalan tanpa alas kaki. Meski masih subuh, tapi di luar sudah terang. Cahaya bulan dan bintang masih setia berjaga di angkasa. "Arjun pasti belum bangun." Dinda berniat untuk pergi ke tempat tuan Arjun. Namun di tengah perjalanannya ia tidak sengaja melihat seseorang berjalan dengan tergesa-gesa. "Itu bukannya Denok, abdi dalem Dona ya?" Karena merasa curiga, Dinda memutuskan untuk mengikuti kemana Denok pergi. Berjalan mengendap-endap layaknya pencuri yang tidak ingin di amuk para warga. Dinda berusaha tidak menimbulkan keributan

