Satya terus melumat lembut bibir Amanda dengan kedua tangan memegangi tengkuknya. Ia lalu melepaskan ciumannya dan saling menempelkan kedua kening mereka dan tersenyum lembut pada wanita cantik tersebut. " Aku sayang kamu, Manda. Sangat." " Pak Satya..." " Kita ngobrol di mobil ya. Nanti kamu sakit." Amanda menggeleng perlahan dengan tangan yang masih menempel di dadaa milik atasannya tersebut. " Kita ngobrol besok aja ya. Nggak enak dilihatin tetangga. Kita juga udah basah banget." " Ya udah. Ayo aku anterin sampai rumah kamu" ajak Satya yang langsung meraih tangan Amanda dan menautkan jari- jarinya diantara jemari lentik wanita tersebut. Mereka lalu sedikit berlari kecil hingga sampai di depan rumah yang Amanda bersama keluarganya tinggali. " Ng... Udah sampai..." ujar Amanda ket

