Saat ini Amanda sedang berbaring di kamar anak- anaknya yang sedang tidur siang sepulang mereka dari hotel. Amanda menatap wajah anak- anaknya yang tertidur pulas saat ini dan ada rasa haru yang kini muncul di dalam hatinya. " Rafa... Safa... Apa kalian bahagia?" lirihnya sambil menciumi kedua anaknya secara bergantian. " Kalau kalian bahagia, mama akan jauh lebih bahagia. Maafkan mama nggak bisa membuat kalian mendapatkan keluarga yang utuh. Maafkan mama..." ucap Amanda dengan air mata yang mulai mengalir. Ia kembali mengingat bagaimana ia berjuang seorang diri membesarkan kedua anaknya dengan susah payah. Bagaimana mereka berpindah dari kamar kost satu ke kamar kost lainnya hanya karena mencari harga yang paling murah. Hingga akhirnya seseorang mengabari ibunya bahwa mendiang ayah Am

