Satya kembali dibuat kagum ketika melihat sekertaris cantik yang telah mencuri hatinya itu keluar dari kamar dengan langkah yang sangat anggun dan menawan. Kaki putih jenjangnya dapat terlihat setiap kali ia melangkahkan kakinya ke depan. Rambut hitamnya ia gerai dengan sedikit bergelombang dengan satu sisinya yang ia selipkan di telinga. Cantik. Sangat cantik. " Maaf pak Satya harus nungguin saya" Satya laku sedikit berdehem untuk menetralkan ekspresi kagumnya pada Amanda. " It' s okay. Jalan sekarang?" " Iya pak." Satya lalu berjalan di samping Amanda sambil mencoba terlihat biasa saja dan berusaha menguasai dirinya untuk tidak membuat detak jantungnya tak sampai terdengar oleh Amanda. (" Apa aku jelek ya? Apa bajunya kelihatan nggak bagus? Tapi kan ini pesanan Rama. Kok pak Satya

