Satya mengulum senyumnya ketika melihat Amanda tanpa sadar tertidur dan menyandarkan kepalanya di bahu miliknya dengan tangan yang memeluk lengan Satya. " Andai bisa, aku akan minta pilotnya muter- muter dulu aja biar kita makin lama sampainya" bisik Satya. Satya mengusap lembut tangan Amanda yang masih merangkul lengannya dengan manja. " Aku pasti sudah gila, Amanda. Aku bahkan rela naik ojek, naik pesawat komersil, dan ngelakuin hal- hal yang sangat bukan aku. But you know what? I enjoy it. " bisik Satya lagi. DING Suara tanda lampu sabuk pengaman dapat dilepaskan kembali menyala dan membuat Amanda terbangun dari tidur singkatnya. Ia lalu perlahan membuka mata dan langsung gugup ketika sadar jika ia bersandar pada bahu atasannya dengan santai. " Ma... Maaf pak Satya. " " It' s o

