Ara memperhatikan halaman belakang rumahnya yang mendadak ramai itu. Dialihkan pandangannya ke Vando yang sedang sibuk dengan berbagai macam makanan. Ara berdecak sebal. Ia ingin sekali membantu, tapi suaminya mengatakan tidak perlu dari pada nanti ada badai tornado datang menghancurkan dapur mereka. Sindiran halus, namun menyakitkan bukan? Kalau saja ia tidak ingat akan kedatangan tamu tadi, mungkin ia sudah melempar wajan ke wajah suaminya itu. Oh, yah, kalian pasti bingung kenapa kediamanannya ramai saat ini kan? Jadi, kalian pasti masih ingatkan kalau anaknya mengikuti lomba drama? Tanpa ia sangka, bahkan mungkin anaknya sendiri tak akan menyangka kalau drama yang mereka pentaskan kemarin keluar sebagai juara pertama. Saat mengetahui kemenangannya itu, anak gadisnya memberitahu kepada

