32. Lomba Drama

1919 Kata

Bintang menatap bangunan di depannya. Bangunan di mana tempat ia menimba ilmu. Bangunan yang membuatnya mati-matian belajar agar bisa mendapatkan beasiswa penuh. Beberapa murid menatapnya bingung saat melihat dirinya hanya berdiri di depan gerbang sekolah. Jam sudah menunjukan pukul 06.45 WIB, 15 menit lagi sebelum bel masuk sekolah, tapi Bintang masih belum juga beranjak dari tempat di mana ia berdiri. Untuk kesekian kalinya Bintang menghembuskan napas kasar. "Semangat," gumam Bintang pada dirinya sendiri. Karena saat kakinya melangkah masuk, semuanya akan berbeda. Percayalah, tak semua murid di sekolah ini menyukai dirinya. Apalagi ia hanyalah siswa miskin yang bisa bersekolah gara-gara beasiswa. Mungkin sebagian dari mereka akan tetap menyapa, tapi percayalah mereka tidak seramah itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN