"Mommy." Arin langsung berlari kepelukan Ara saat sampai rumah. "Miss you," katanya dengan nada manja. Ara membalas pelukan anak gadisnya itu. "Miss you too, Sayang." "Sayang, kamu udah belum peluk Mommy-nya?" tanya Vando. Aradan Arin pun menatap Vando bingung. "Kenapa, Dad?" tanya Arin lalu melepaskan pelukannya. "Daddy kan juga mau peluk Mommy kamu, Sayang." Vando menyengir lebar. Tanpa aba-aba, ia pun langsung menarik Ara ke dalam pelukannya. "Aku kangen banget sama kamu, Nona." Ara tersenyum tipis dalam pelukan Vando. Pasti sebentar lagi akan nada protesan dari suaminya dengan nada sedih karena ia hanya diam saja. "Kamu gak kangen sama aku, Nona?" gumam Vando. Nah benarkan perkiraan Ara. Ara pun mendongak menatap Vando. Ia tersenyum lalu berjingkat untuk mengecup bibir Vando se

