Melani menghembuskan nafas dengan lega. Dalam 48 jam terakhir dia tidak bisa beristirahat dengan benar. Tidurnya juga karena lupa. Tapi untung saja ada dokter bantuan dari rumah sakit cabang di Bandung. Yang akhirnya membuat Melani hari ini bisa beristirahat. Tapi dia juga tetap berangkat ke rumah sakit. Kali ini dia yang gantian menemani Marsha. Pria itu sampai sesorean ini belum beristirahat. Ada rapat dan pekerjaannya menumpuk. Harusnya sejak tadi Melani sudah menunggunya untuk mengajak makan siang. Tapi Marsha jam 4 sore ini baru masuk ke dalam ruangannya. Pria itu tampak terkejut melihat Melani. Melangkah dari ambang pintu. Marsha mengusap tengkuknya. Dasinya sudah di lepas dan menggantung di leher. Seperti biasa Marsha sudah melepas jas dan hanya mengenakan kemeja yang sudah

