48 RILEKS

850 Kata

Melani merasakan pijatan pada bahunya. Dia segera menoleh ke belakang dan mendapati Marsha tersenyum kepadanya dengan tangan memijat bahunya dengan lembut.   "Enak kan? Kamu udah boleh pulang belum?"   Rengekan Marsha membuat Melani tersenyum. Dia tahu kalau Marsha beberapa hari ini merasa kesepian. Dia selalu pulang ke rumah larut tengah malam. Meski Marsha kadang menemaninya, tapi terkadang juga suaminya itu sudah pulang ke rumah terlebih dahulu.   Sejak pengumuman Kevin kemarin, rumah sakit menjadi heboh. Semua yang berpihak kepada Wina kini berpihak kepadanya. Dan Wina tentu saja terlalu malu untuk menghadapi semuanya. Wanita itu mengundurkan diri dari rumah sakit. Tapi Melani mencegahnya.   Terlepas dari apapun, Wina tetap dokter di sini dan baik reputasinya. Jadi Melani tetap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN