Dia tampan. Dia mapan. Dia baik. Tapi dia gila. Sungguh hal itu membuat Melani tidak nyaman. Kehadiran sosok Marshall Danendra Putra sudah mengosak asik hatinya. Apalagi pertahanannya. Melani yang sejak dulu masih mengharapkan cinta seorang sahabatnya. Kevin. Sekarang cinta itu terancam mendua. Atau memang dia hanya tergoda? "Melani di minum tehnya. Nih Tante juga buat kue Bika Ambon. Enak loh." Melani tergeragap saat mendengar suara mamanya Marsha yang kini sudah duduk di sampingnya. Tentu saja Melani langsung merapatkan jaket Marsha yang kini menutupi pahanya. Pria itu sungguh berhasil membuatnya keki saat ini. "Iya makasih ya Tante." Melani akhirnya mengambil cangkir teh yang ada di depannya dan menyesapnya. Dia mengedarkan pandangan ke sekitar, tapi Marsha jug

