"Marsha kamu kenapa? Aku kangen sama kamu." Marsha menggelengkan kepalanya saat Wina sudah akan mendekat dan memeluknya. Dia baru saja sampai di rumah sakit saat wanita itu menghadangnya di koridor depan ruangan kantornya. "Kita sudah putus Win. Maaf." Marsha mencoba untuk masuk ke dalam ruangan terapi Wina langsung mengikutinya. Wanita itu terlihat sangat muram pagi ini. "Coba kamu jelaskan apa yang menjadi masalahnya." Suara Wina terdengar begitu lembut dan halus. Marsha kini berbalik dan melihat Wina sudah duduk di sofa yang ada di ruangannya itu. Mau tak mau Marsha akhirnya ikut duduk di depan Wina. Bagaimanapun dia memang harus mengakhiri ini semua dengan baik. "Win. Maaf kalau aku terlalu kasar saat kemarin menelponmu." Marsha menyugar rambutnya dan kini m

