Wanita itu keras kepala. Marsha Kini memijat pelipisnya sendiri. Sejak Dua hari yang lalu Marsha kehilangan jejak Melani. Setelah menginap malam itu, paginya Melani sudah pergi dari rumah Marsha. Dan saat Marsha ingin menemui di rumahnya. Yang ditemukan Marsha hanya kerabatnya yang mengatakan Melani sedang menenangkan diri dan tidak bisa diganggu. Tapi hati Marsha tidak tenang. Wanita itu sedang rapuh dan sendiri. Dia takut Melani akan nekat. "Sayang." Suara Wina membuat Marsha menoleh ke arah kekasihnya itu. Mereka sedang duduk di sofa merah menunggu pintu bioskop terbuka. Malam ini akhirnya mereka bisa pergi berdua berkencan. Wina yang biasanya tidak mau diajak nonton bioskop, kali ini menyatakan kalau dirinya mau. Dan tentu saja akhirnya Marsha mengajaknya. "Nih

