Pagi yang amat cerah seperti hati perempuan yang sedang bercermin sambil bernyanyi kecil. Menatap dirinya yang ingin berubah. "Nasya you can." Ucapnya sambil memehartikan wajahnya di cermin. Dengan suasana hati yang ia coba rubah dengan susah payah yang akhirnya berhasil. "Pagi bun, ka..." Sapanya dengan riang dan ceria. "Ini baru anaknya bunda." Kata Mike sambil mengelus halus kepala anaknya itu. "By the way kaka sama bunda udah mulai deket lagi nih." Rayu Nasya yang kemudian tertawa. Hari yang amat menyenangkan bagi Nasya pagi pagi sudah di sambut hangat oleh bunda dan kakak nya. Perlahan mungkin ia sudah mulai melupakan ayahnya, bukan melupakan sepenuhnya tapi mungkin yang lebih tepatnya mengikhlaskan. "Udah selesai sarapannya?." Tanya Nando yang berhasil membuyarkan lamunan Nas

