Di tempat lain perempuan itu terus tertawa sambil memakan, makanan yang tersaji di meja nya. "Itu ngakak banget ka, sumpah." Katanya sambil memegangi perutnya yang sakit karena terus tertawa. Sebenarnya lelaki yang dihadapannya tak menginginkannya, tetapi ia menginginkan perempuan di hadapannya ini kekasihnya, bukan orang lain. "Ka..." Kata nya sambil melambaikan tangan di depan muka lelaki itu. "Kak Gilang..." Kata nya lagi. "Kenapa?" Jawabnya. "Pulang aja yuk." Kata perempuan itu. "Loh tapi Ra kan makanan kamu belum habis." Kata Gilang. "Biarin." Kata nya kemudian berdiri. Gilang mengantar Amara pulang ke rumahnya dengan selamat. "Thanks for today, i'm very happy." Kata Amara. "Your wellcome, gue balik dulu ya." Kata Gilang. Perempuan yang berada dalam kamarnya terus mondar m

