Pelajaran dimulai sejak tiga puluh menit yang lalu. Koridor sekolah terlihat kosong hanya seorang perempuan yang berusaha menyamakan langkah pak Grei. Hingga akhirnya perempuan itu bisa bernapas lega. Dia tiba di tujuan. “Tunggu di sini ya, nanti bapak akan memanggilmu masuk.” Perempuan itu menangguk. “Morning students.”“Morning sir.” “Okay… so right now bapak ingin meminta kalian semua untuk tabah atas kejadian akhir-akhir ini. Pasti berat, kehilangan teman, murid, saudara…. Tetapi meski begitu, kita harus tetap kuat melanjutkan hidup. Bagi kalian yang ingin konsultasi tentang masalah apa pun itu kalian bisa datang kepadaku atau juga bu Zandra. Penyampaian kedua…” Pak Grei memberi isyarat kepada perempuan di luar kelas untuk masuk. Semua mata tertuju padanya. “Kita kedatangan m

