Suara berisik terdengar si ruangan kosong itu. Grace dan Bella bertikai. “Kau benar-benar ingin berhenti? Kau seperti bukan Grace yang kukenal. Kau perempuan paling terbaik yang pernah kutemui, kau mendapatkan apa pun yang kau mau. Dan sekarang? Lihatlah, kau menyerah hanya karena murid baru macam Eveline.” “Ini bukan soal aku berjuang atau tidak Bel.” “Terus?” “Aku tidak pernah mencintai Dion, kau tahu?” Bella tersenyum miring, lalu mengernyit dengan dahi mengerut. “Kau bohong. Kau kalah kan?” “Terserah kau Bel. Intinya, aku sudah tidak mau lagi mencampuri urusan mereka. “ Grace berjalan melangkah keluar ruangan sementara Bella masih merajuk mengikutinya dari belakang. Tetapi karena langkahnya yang cepat menyusuri koridor membuat Bella kesal. “KAU SAMPAH BEL!” Grace berhenti. Mem

