BAB 19

1874 Kata

Bram memberikan hadiah khusus untuk adiknya tercinta, toples yang didalamnya berisi tanaman. Ketimbang membeli barang-barang mahal sebagaimana yang dilakukan David dan Merema, pria itu selalu saja memberi hadiah sederhana yang mengesankan. Salah satunya adalah ikan cupang. Sayangnya, di hari kematian Eveline yang asli, ikan itu ikut mati juga, seolah telah janjian kepada tuannya. “Terima kasih kak.” “Ah sudah kubilang jangan berterima kasih Ev,” gerutu Bram sebal, memanyunkan bibirnya seperti anak lima tahun merajuk. “Hahaha… spontan. Lain kali aku tidak akan berterima kasih lagi.” “Baguslah. Kalau begitu aku ke bawah dulu ya.” Eveline mengangguk. Kembali perempuan itu berkutat dengan bukunya. Telah berapa bulan berlalu, Leah kini menikmati hidupnya sebagai Eveline tanpa ia sadar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN