Eveline menoleh memandang wajah Axton. “Ya, kau bukan Eveline yang asli, kan? Aku tahu,” kata pria itu santai. Sementara Eveline mundur selangkah, matanya membulat, tangannya bergetar hebat. “Tak perlu takut begitu Ev. aku tak akan memberitahukannya pada siapa pun.” “Tapi darimana kau tahu?” “Kau ingat saat mengambil obat Bella di kelas hari itu? saat Hugo keracunan makanan? Aku sedang membaca buku misterius. Entah siapa yang mengirimnya aku tak tahu. Semuanya berisi fotomu Ev juga data-data tentang Leah.” “Gawat!” Eveline jalan mondar-mandir. Kebingungan. Axton menarik lengannya. Membuat wajah perempuan itu sejengkal dari dagunya. “Tenanglah, orang misterius itu berjanji akan merahasiakannya dari semua orang. Dia hanya menyuruhku menjagamu. Entah menjaga dari siapa.” Dengan

