* Chedrik tiba di sebuah rumah megah di sudut jalan dengan pagar tinggi. Hugo yang sebelumnya adalah anak yatim-piatu miskin terbully di sudut g**g jalanan berbau pesing di sudut kota kini menjadi yutubers mukbang dengan rumah megah dari hasil jeri payahnya sendiri. Janji Hugo kecil kepada neneknya yang telah merawatnya dengan setulus hati adalah membuat istana untuk neneknya. Sayangnya, pria itu harus pergi meninggalkan neneknya. Chedrick masuk ke dalam setelah diizinkan oleh security, menyapa sang nenek yang kini sendirian di teras rumah merajut setelah menangis selama berjam-jam. “Permisi.” Sang nenek mendongak. “Ya, siapa kau?” “Saya temannya Hugo.” Tiba-tiba sang nenek menangis. Ia bercerita banyak kenangan masa kecil Hugo setelah tangisnya reda. “Seringlah datang ke si

