* Grace masuk ke kamarnya dengan tatapan lesu. Rumahnya sepi. Dia biasanya bahagia karena papanya tak mengoceh lagi tentang nilai-nilai. Tetapi sekarang berbeda. Hugo terus menghantui pikirannya. Dia teringat, hari itu saat Hugo menghiburnya setelah tamparan keras. Berbeda dengan anak perempuan kebanyakan. Rasa-rasanya cinta pertama Grace dapatkan dari sesosok Hugo. Bukan papanya. Tetapi betapa lelahnya pun Grace, betapa inginnya ia untuk beristirahat sejenak dari kehidupan dunia. Dia harus menerima fakta untuk tetap melanjutkan hidup. Mengerjakan tugas sekolah. Diraihnya tas dan dikeluarkan satu persatu buku dari sana. Tetapi dia menemukan sesuatu. Sebuah flashdisk. Dengan kebingungan perempuan itu memasukkannya dalam layar besar di TV. Menyalakan benda selebar 500 inci. Matanya

