BAB 41

1092 Kata

Makam yang indah bertabur bunga-bunga. Eveline bersandar di tanah yang masih basah. Ia masih ingin menangis, tetapi air matanya sudah habis. Menyisakan luka batin dan mata sembab. Seharian tak makan, tak tidur. Dia baru menyadari, kalau Axton benar-benar selalu menolongnya saat ia butuh. Pria itu selalu meyakinkan Eveline kalau perempuan itu tak akan pernah sendiri. Selalu ada orang-orang baik yang menemaninya dalam setiap masalah. Walaupun tokoh itu terus berganti. Namun, sepertinya Axton berbohong. Tak ada seorang pun yang menemani Eveline saat ini. Tak seorang pun. David ayahnya menganggapnya seperti pohon yang menunggu agar buahnya dipetik, Bimo meninggalkannya saat Eveline tahu masa lalunya sebagai Leah dan Dion, pria itu benar-benar menghilang tak ada kabar. Eveline mendongak,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN