BAB 14

1661 Kata

. “Aku tidak menyangka kalau Celena dan Oza benar-benar telah pergi meninggalkan kita—dunia ini,” kata Hugo sedih. “Padahal sebulan yang lalu tak ada masalah. Mereka berdua terlihat baik-baik saja.” Thomas tidak menggubris. Bukannya dia tidak sedih, hanya saja ucapan semacam itu sudah dikatakan Hugo selama hampir sepuluh kali hari ini. Thomas menyambungkan kabel printer ke laptopnya. Dia berniat mencetak tugas Biologi. Tetapi pandangan beralih ke kertas terbalik yang dipenuhi bercak kemerahan. Saat Thomas membalikkan kertas itu, matanya memelotot. Spontan dibuangnya kertas itu ke lantai. “A-apa itu?” Hugo menoleh terkejut, hampir saja tersedak. Dia berjalan mendekat, mengambil kertas di lantai. Matanya juga memelotot sama seperti Thomas. Tulisan di kertas itu ditulis dengan tin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN