Grace adalah teman masa kecil Dion. Mereka sudah diperkenalkan oleh orang tua mereka saat acara keluarga, tapi saat itu bukan perjodohan. Hanya pertemuan biasa untuk merayakan papa Grace yang terpilih sebagai pemilik perusaahan butik terbesar di negeri ini. Walau begitu, jujur, Dion memang tak pernah mencintai Grace. Bahkan jika pria itu berusaha mati-matian. Tetapi Dion tak ada pilihan lain, dan lagi pun setelah kepergian Iris tak ada perempuan yang bisa membuatnya tersenyum lagi. Jadi lebih baik menjalani kehidupan normal seperti biasa, menikah, berkeluarga dan mati. Dion lebih suka menganggap Grace sebagai saudara daripada seorang pacar apalagi istri. Setahun yang lalu itu tak pernah terlintas di benak Dion. Menikahi Grace? Rasanya seperti memindahkan everest ke bagian Barat bumi.

