Eveline baru saja bermimpi tentang pria yang mencambuknya dengan ikat pinggang. Tetapi semenit kemudian dia lupa, semuanya karena Dion. Leah seumur-umur tak pernah diperlakukan seperti itu oleh seorang lelaki, bahkan bapaknya sendiri. Tangan besar memijat kening Eveline sementara tangan satunya lagi menggenggam tangannya lembut. Paha pria itu menjadi sandaran kepala pengganti bantal. Jangankan elusan lembut, yang ada hanyalah tamparan dan cambukan. Baru saja ia mimpi buruk tentang itu untungnya ia sudah lupa. Eveline melupakan kalau beberapa saat yang lalu ia pingsan. Dari bawah, ia bisa melihat wajah Dion. Eveline baru menyadari kalau Dion memang tampan. Dia juga telah keliru menilai Dion. Apa yang Rania katakan tentang Dion yang dingin, tidak bersahabat, aneh dan misterius ternyat

