BAB 22

1114 Kata

* Thomas terduduk di kursi hidroliknya di markas Thogor. Baginya kursi itu seperti sebuah singgasana raja. Semua ide-idenya dia dapat dari berputar-putar di atasnya. Sementara di bawah Thomas, dengan meja kecil kecil setinggi 30 cm ada Hugo yang mukbang permen berbagai rasa. “Ah ini rasa daki. Tetapi karena aku dan kalian tak pernah makan daki jadi bisa kubilang ini lebih mirip debu saat membersihkan kelas waktu kerja bakti.” Thomas tersenyum miring karena Hugo jelas berbohong, tak ada waktu kerja bakti di Serix seperti layaknya sekolah pada umumnya. Karena diamnya Thomas yang sejujurnya ingin berteriak, membenarkan atau tertawa dalam hati membuat Hugo merasa nyaman untuk membuat video tentang mukbang dan menjadi alasan sejujurnya kenapa Hugo senang Rania jarang datang akhir-akhir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN