Angkasa dipenuhi langit berbintang. Sementara di bawah sana terdengar suara gemerisik ombak yang menyapu pantai. Axton membawa Eveline ke restaurant di pinggir laut. Perempuan itu senang. dia bahagia. Selama hampir beriminggu-minggu berkabung di rumah, dia akhirnya bisa menghirup udara malam. “Terima kasih Ax.” “Jangan berterima kasih menjijikkan begitu. Kau seperti anak kecil.” “Menjijikkan apaan. Orang cuma terimakasih kok…” Eveline memasang raut wajah cemberut. Axton merusak suasana bahagianya. “Ngambek lagi? hahaha dasar bocah. Oh iya, aku ada sesuatu…” Axton mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Disodorkannya benda itu. Eveline menatap benda itu lamat. Seekor kupu-kupu yang diawetkan. Dielusnya kaca dan diperhatikannya motif berwarna merah dan hitam di sayap kupu-kupunya. “I

