Maskar Thogor terlihat kacau. Kertas berserakan di lantai, dipenuhi coret-coretan. Rania, Thomas, dan Hugo sedang berpikir keras tentang kematian tiga teman kelasnya. Mereka semua sudah percaya seratus persen kalau ini bukan kematian biasa. Tidak masuk akal jika dalam sebulan ketiga temannya meninggal dengan alasan mati saja. Pasti ada yang ganjal. Walau tak ada yang mustahil bagi Sang Pencipta, tetapi Dia juga telah memberikan akal kepada manusia untuk berpikir. Berpikir jika ada yang ganjal dalam kasus ini. “Pelakunya pasti tak jauh dari kita,” timpal Thomas. Mengambil pulpen dan menulis di atas kertas. Murid Kelas 12 Khusus Serix School. “Benar, semua teman kelas kita patut dicurigai.” timpal Rania. “Tetapi siapa?” Hugo bertanya. “Ini hanya asumsi sementaraku.” Rania memandan

