"Satu, dua, tiga. Selalu ada angka selanjutnya setelah itu. Selalu ada kesempatan yang kuberikan untukmu." -Akilla Ainina Gardiawan- °°°°°°°°°° Hoek... hoek... hoek... Sudah lima kali pagi ini Killa bolak-balik kamar mandi, memuntahkan isi perutnya. Padahal, Killa belum memakan apa pun sebangun tidur ini. Heksa yang mengetahui mamanya sedang sakit pun menjadi khawatir. Menyalahkan diri sendiri karena menjadi penyebab Killa kelelahan sampai masuk angin. "Nggak apa, Heksa. Mama nggak apa kok." "Mama masuk angin, ya? Ini Heksa buatin teh hangat." Killa tersenyum seraya menerima secangkir teh itu. "Makasih, Sayang." "Mama, napa? Mama akit?" Rere mulai ikut-ikutan. "Cuma pusing aja." Saat sarapan di meja makan, Killa tetap bersikap seperti tadi pagi. Sesuap nasi yang ia santap langsun

