"Meski tak seindah yang kau mau. Tak sesempurna cinta yang semestinya. Namun, aku mencintaimu. Sungguh, mencintaimu." °°°°°°°°°° Tinggal satu atap, tapi Barra harus menghindari Heksa. Ia sendiri belum siap untuk mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Dirinya terlalu malu. "Nggak apa. Selesai sarapan, ya. Kamu temui dia. Lebih cepat, lebih baik." Barra menghela napas berat. "Kalau Heksa nggak mau maafin aku gimana? Kalau dia benci aku gimana?" "Awalnya aku juga gitu. Nggak mau maafin kamu, tapi..." Killa mengigit bagian bawah bibirnya. "Aku maafin kamu 'kan, akhirnya. Berarti, kemungkinan Heksa juga pasti mau maafin kamu. Pokoknya kamu jelasin aja semuanya. Tentang keluarganya." "Kalau dia milih kembali ke Papa kandungnya gimana? Aku nggak mau. Selama ini Heksa udah ikut kita." "Bar

