"Sayang, kamu yakin mau pergi sekarang? Udah enggak sakit kakinya kalau dibuat jalan?" Alby mengelus kaki Shafa dengan sedikit pijatan. "Enggak, Mas. Udah enakan badan aku. Pokoknya kita harus pergi sekarang." Alby memperlihatkan rasa sayangnya pada sang istri. Beberapa kali tangan kirinya mencium tangan Shafa juga membelai rambut panjang sang istri. Setelah orang tuanya pergi, hanya Alby yang membuatnya merasa sangat dicintai. Tapi, sampai kapan perasaan itu akan Shafa rasakan? Sebuah pemakaman umum yang sangat luas itu adalah rumah terakhir Yunus dan Fatim. Pasti mereka sangat bahagia melihat anak dan menantunya datang setelah sekian lama. Dibantu Alby, Shafa duduk di antara makam ayah dan ibunya. "Maafin aku karena enggak bisa bahagiakan Shafa. Aku udah terlalu sering nyakitin Shafa

